Laporkan Penyalahgunaan

Mencicipi Uniknya Gule Kere Gereja Blenduk Semarang


Masih..review2 kulineran dulu ya teman2..sebelum aku masak menu baru hari ini. Nah..kemaren setelah jalan2 ke pasar gang baru yang unik di Semarang..maksi nya ini nich yang unik2 sekalian..yaitu gule kere yang ada di belakang Gereja Blenduk di kota lama Semarang. Kawasan kota lama dan gereja Blenduk ini sering jadi tujuan wisata juga di Semarang. Nah..di belakang gereja tua yang terkenal ini ada salah satu kuliner unik yang khas...namanya..Gule Kere. Sebenernya sebutan gule kere ini terkenalnya di kalangan pencinta kuliner Semarang aja sich kata suamiku..kalau di warungnya ya tetep di tulis Special Gule Kambing Khas Asli Bustaman. Tapi lebih di kenal dengan nama gule kere karena gulenya ini memang dagingnya cuma sedikit..yang banyak adalah bagian2 selian daging, seperti kikil..kepala..dll..dari kambing. Tapi justru inilah yang bikin enak dan khas. Jadi..bagian2 yang di buat gule ini yang paling banyak adalah daging kikil..kepala..cingur, otak dll..tapi justru buka jerohan kayak babat atau iso kambingnya. Jadi rasa yang mendominasi adalah daging kikil yang kenyil2 enak.

Sebenernya udah lama sich sama suami di ajak makan ke situ..tapi kadang pas lewat liat warungnya..aku bilang ndak jadi..hihi..dan akhirnya mlipir ke tempat makan lain..tapi akhirnya penasaran juga gimana sich rasanya gule kere ini..hihi. Dan ternyata enak juga memang..dagingnya yang cuma kikil2 dan bagian yang bukan daging dari kambing justru enak dan gurih, empuk tapi kenyil2..kuahnya juga edok khas gule ndeso..dan terasa bumbu2nya..aromanya..kambing banget..hihi..jadi bener2 berasa makan gule ndeso yang  sering di hidangkan di hajatan kampung jaman dulu. Wo alah..begini tho rasanya gule kere..makanya kok ramai sekali..kata suami..biarpun namanya gule kere..atau gule miskin..tapi yang datang dan makan di situ kok malah mobil2 mewah..hihi..berarti bukan orang kere dong. Kemaren pas aku makan di situ ya memang aku liat sendiri..banyak mobil2 bagus datang dan pergi makan di warung yang sangat sederhana ini..hihi. Suamiku katanya dulu juga sering makan di sini sama bos2 perusahaan di Semarang koleganya gitu. Wo alah..bos2 malah pada suka ya makan di tempat2 seperti ini ternyata..asal makanannya unik dan enak. Apalagi kalau hari kerja..kata suami sampai antri2. 

Warung gule kere ini ya  cuma warung tenda nempel di rumah tua yang udah nggak kepake gitu sich..tapi bisa juga makan di dalam ruangan..kayak gudang gitu di dalam ruang tua..hihi. Aku melongok ke dalam kemaren..kayaknya jadi tempat karyawan menyiapkan peralatan makan / masakannya juga. Tapi kalau warung tendanya penuh..pengunjung bisa jug amakan di dalam ruangan tersebut. Jadi kalau lagi jalan2 dan berwisata sejarah ke kota lama Semarang..mampirlah ke gule kere gereja Blenduk ini teman2..enak dan unik rasanya. Tapi tempatnya ya cuma begitu ya..hihi..harus rela duduk bersesak2 ria dengan pengunjung lain..kalau mau agak lego atau luang datang aja di pagi hari buat sarapan gitu..jadi belum terlalu ramai pembeli. Yapp..tapi kadang2 justru keunikan warung2 sederhana seperti inilah yang menyatukan banyak orang tanpa melihat status sosial..jabatan dll..dan kalau buat suami ku yang sering makan di warung2 gini..jadi ajang marketing yang efektif..hahaha...aneh memang kok..suamiku tuch yang bekerja di bidang promotion dan marketing sejak lama dan sering pindah2 di beberapa perusahaan besar di Semarang..dapat kolega2 baru ya malah pas kalau nongkrong di warung2 unik seperti ini..malah bisa kenal bos2..pimilik perusahaan2 besar di Semarang..di bandingkan kalau nongkrong di kafe2 elit / di mall2..paling ketemu nya malah karyawan2 abg yang sok perlente katanya..hihihi. Wo alah..begitu tho karakter khas Semarangan..aku suka ketawa2 aja kalau di ceritain suamiku.Ya itulah uniknya Semarang. Oke dech..selamat berwisata kuliner yang unik2 di Semarang ya teman2..^^





Ini dia Gereja Blenduk, gereja kuno dari jaman penjajahan Belanda yang jadi icon wisata Semarang..selain bangunan tua lain Lawang Sewu dll. Nah..warung Gule kere ini ada di belakangnya gereja ini.





Sumber http://www.diahdidi.com

Related Posts